Bismillakhirrokhmaanirrokhim
Perjalanan
menuju Stadion Gelora Bungkarno
Merupakan suatu pengalaman yang sangat aku ingin kan semenjak aku
kenal sama tausiah Ust. Yusuf Mansur yang mana untuk mengikuti wisuda Hafalan
Surat AL- Baqarah 1-50, dan Surat An-Naba.
Memang begitu sulit untuk bisa menghafalkan surat tersebut dengan sempurna,
yang mana ditengah kegalauan dalam mencapai cita-cita ku untuk bisa segera
terwujud. Banyak pikiran ini bercabang kemana-mana sehingga diri ini mencoba
untuk tetap fokus terhadap hafalan yang sudah aku persiapan beberapa bulan
sebelumnya. Meskipun sudah kupersiapkan mati-matian di bulan bulan sebelumnya,
baik berdoa, menghafal di pagi hari, menghafal di siang hari begitu juga
menghafal ketika di petang hari. Namun apa daya di H minus 6 pun masih juga
belum bisa hafal secara sempurna jika dirangkai secara total, tetapi
Alhamdulilah masih bisa merasakan hafalan di tiap ayat-ayat surat tersebut. Aku
mencoba untuk tetap optimis terhadap target yang kuinginkan, sebab aku ingat
petuah dari sang guru yang mana bunyinya “Orang Pintar, Kalah sama Orang Sabar”
“Orang pintar kalah sama orang tekun” semoga Alloh Ridho dengan langkah yang
aku lakukan ini.
Harapan aku sangat berharap aku tidak berhenti pada langkah ini, sehingga langkah untuk bisa menghafalkan sampai hatam 30 Juz, meskipun tidak tau sampai kapan aku akan bisa untuk menghafalkan 30 Juz, Aku akan selalu berdo’a kepada Alloh semoga diberi kemudahan untuk bisa menghafal 30 juz, karena pada dasarnya menghafalkan dengan metode/hafalan yang cepat merupakan bukan sebuah prestasi. Dengan mengahafal yang lama maka akan lama pula waktu kita untuk bisa bernostalgia dengan AL-Quran, sehingga kemanapun dan kapanpun kita selalu untuk bisa membawa, membaca, dan menghafalkan sehingga banyak kesempatan juga untuk bisa mengamalkannya.
Bisa dikatakan dengan perekonomian
yang belum tertata secara sempurna, sehingga jiwa dan raga masih bisa
terombang-ambing kemana-mana bagaikan kapal yang terombang-ambing di tengah
laut yang kehabisan bahan bakar ditengah laut
yang luas, yang ada hanya bisa berdo’a-berdo’a dan berdo’a. Mungkin
semakin pahit apa yang kita rasakan maka semakin manis pula buah yang akan kita
petik kelak. Ibarat tanaman yang baru saja ditanam, yang mana sebelumnya
dimasukkan kedalam tanah dahulu yang tidak ada cahaya sama sekali yang ada
hanyalah, udara yang pengap, sesak, tidak nyaman, tapi alhamdulilah selang
berlangsungnya waktu yang berputar sehingga tanaman itupun tumbuh dengan lebat,
meskipun ada juga yang tidak tumbuh dan bisa dikatan kalah dalam peperangan,
akupun tidak mau terjadi seperti itu padaku.
Namun selain itu jika tanaman yang
sudah tumbuh itupun tidak serta merta tumbuh begitu saja, ada langkah yang
harus di lampaui yaitu waktu pemupukan baik yang terdiri dari kotoran hewan
maupun dari zat kkimia sehingga membuat diri kita akan lebih mudah untuk tumbuh
dan sesuai kriteria yang telah ditentukan. Selain itu air yang banyak pun
diperlukan untuk berlangsungnya kehidupan suatu tumbuhan tersebut. Jika air
yang tidak seimbang pun bisa membuat sang tanaman menjadi lemah lunglai dan
membuat dirinya menjadi mudah untuk layu dan mengering dan sehingga buah yang
di idam-idamkan pun tidak bisa dipanen sesuai waktu dan kriteria yang sudah
ditentukan, WAllahua’lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar