UNIROW Tuban 23-2 2012
CHAPTER
I
Pada
suatu hari saya merupakan seorang anak yang mana bisa dikatakan belum puas dengan ilmu yang saya punya, sehingga
mencoba untuk mengembangkan potensi apa yang saya punya.
Awalnya
diri saya hanya meningkatkan kemampuan intelektual dengan mengikuti bimbingan
belajar saja, setelah menamatkan sekolah setingkat SMK. Namun masih saja ada
yang menggelayuti di fikiran saya, Aku merasa belum mendapatkan apa yang saya
inginkan. Walhasil selang beberapa waktu kemudian saya memantapkan untuk
mencari kerja dulu, setibanya di pekerjaan itu ternyata diri saya merasa hambar
dalam kehidupan yang aku jalani ketika itu, merasa kehidupanku monoton
begitu-begitu saja setiap harinya.
Berangkat
kerja di pagi hari pulang di sore hari begitu seterusnya, abis pulang kerja
ikut bantu di masjid belajar mengaji sebisa saya meskipun hanya bisa
alip-alipan, dengan berlandaskan hadits.., “Sampaikanlah ilmuku walaupun hanya
satu ayat”, sehingga kejenuhan pun terasa sangat amat menggelayuti pikiran
sehingga tidak bisa di bendung setiap harinya, begitu seterusnya menghantui
difikiranku untuk bisa mewujudkan apa yang ada di fikiran ku kala itu.
Semangat
yang dahulu terpendam ternyata kambuh lagi menyergap di fikiran dan jiwaku.
Setiap malam menjelang tidur, terkadang mau aktifitas apa yang membuat kehidupan ini
merasa lebih ada tantangannya. Mencari-cari dan terus mencari untuk menambah
warna dalam kehidupan yang aku merasa kaku dan kelu.
Siang
dan malam aku berdo’a Apa dan apa yang
akan kulakukan in Ya Allah. Hari demi hari dan waktu demi waktu akhirnya
diriku melihat-lihat brosur yang ketika itu kebetulan dibawa teman satu kerja
ku yang baru lulus SMK dan berkeinnginan untuk melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi, tertujulah pada sebuah Universitas di kotaku dengan nama kerennya
yaitu UNIROW (Univversitas Ronggolawe) ternyata saya tertarik dengan brosur
tersebut. Dengan modal niatan mencari ilmu dijalan Allah, walhasil mengalir
begiitu saja, meskipun modal tabungan yang pas-pasan untuk bisa kuliah sampai
tuntas selama 4 tahun. Bisa dikatakan sangat kurang, meskipun demikian doa dan
kerjalah yang membuat diriku ini lebih mantap untuk bisa melaksanakannya dan meskipun
demikian aku juga memperkirakan berapa jumlah biaya yang yang harus dikeluarkan selama belajar di
universitas tersebut. Dengan perhitungan dan kira-kira saya merasakan mampu
menjalankannya, akan saya teruskan. Dengan niatan Bismillah dan tekat baja
untuk bisa melaksanakannya. Alhamdulilah saya berhasil masuk di Universitas
yang saya tuju.
Saya
sangat bersyukur sekali bisa masuk di Universitas tersebut, selain ada
kebanggaan tersendiri, juga kepuasan bathin yang tidak terkira, karena masih
banyak teman yang ada di luaran sana yang mengidamkan untuk bisa melanjutkan
sekolah ke jenjang perguruan tinggi yang masih belum bisa terwujud. Yang paling
membuat diriku merasa mantap untuk kuliah disitu adalah salah-satunya yaitu
biayanya lebih miring dibandingkan Universitas-universitas sebelah, selain
pembangunannya bisa dikatakan tiap tahun mengalami peningkan yang cukup
signifikan, sampai tahun 2012 ini. Akupun turut mendoakan agar universitas
tersebut memberi kemanfaatan kepada mahasiswanya, baik secara lahir maupun
bathin. Sehingga mahasiswanya bisa lebih banyak kemanfaatan kepada khalayak
yang lain....,Aminn.
Meskipun
dalam benak saya kala itu tidak ada pikiran atau perencanaan kedepan untuk bisa
meneruskan ke jenjang Universitas, dengan perencanaan awal yaitu selesai SMK
langsung kerja cari duit gitu aja, tidak ada keinginan untuk melanjutkan ke
Universitas. Mungkin itulah jalan yang harus saya lakukan untuk menjalani
kehidupanku sehari-hari. Bertemu dengan teman-teman yang tangguh dan
mandiri-mandiri, sehingga bisa saling bertukar pikiran baik dalam bidang
pelajaran maupun dalam kehidupan maupun dalam pertemanan.
Saya
bekerja keras setiap harinya, ketika itu awal masuk bisa dikatakan cukup lama,
meskipun aku ikut pendaftaran gelombang 2, dan kesempatan itupun tidak aku
sia-siakan, melainkan kumanfaatkan sebaik-baik mungkin. Terutama kerja untuk
menambah pundi-pundi uang saya untuk mengganjal jalannya roda perkuliahan saya.
Pagi sampai sore hari melaksanakannya, jika akhir pekan tiba diriku semangat
sekali karena bisa dipastikan diriku memegang uang banyak hehe.., alhamdulilah.
Setelah awal masuk kuliah dimulai akupun masih
tabu dengan dunia pendidikan, dikarenakan sebelum kuliah aku sudah berhenti
sekolah selama 2 tahun, ibarat besi yang tidak terawat itu merupakan sudah
dihinggapi karat-karat yang tebal disela-sela besi tersebut, sehingga membutuhkan
pelumas untuk bisa menghancurkan banyaknya karatan yang menempel.Namunn tak
apalah apa mau dikata dijalani saja. Di awali dengan acara Ospek (Orientasi
Pengenalan Kampus) banyak temen baru yang masih belum kenal, sehingga yach
acara sedikit malu- malu pun terjadi. Meskipun tidak malu- malu in hehehe. Bertemu
dangan teman yang satu dan bertemu dengan teman yang lainnya di tempat dan
suasana yang berbeda pula.
Bekerja
dan bekerja yang kujalankan di sela kuliah saya, terkadang hanya bekerja sampai
siang hari saja karena saya Alhamdulilah mengambil kuliah di sore hari,
sehingga ketika waktu kuliah dimulai akupun sudah harus berangkat meneruskan
dengan aktifitas kuliah. Dengan pekerjaan yang bisa dikatakan keliatan tidak
berat tetapi jika sudah dikerjakan rasa beratpun menyelimuti, sehingga efek
rasa capeknya pun masih terasa sedikit kebawa ketika jam perkuliahan
berlangsung.
