Rabu, 14 Agustus 2013

GOES TO GBK

Bismillakhirrokhmaanirrokhim
Perjalanan menuju Stadion Gelora Bungkarno


Merupakan suatu pengalaman yang sangat aku ingin kan semenjak aku kenal sama tausiah  Ust. Yusuf Mansur yang mana untuk mengikuti wisuda Hafalan Surat AL- Baqarah 1-50, dan  Surat An-Naba. Memang begitu sulit untuk bisa menghafalkan surat tersebut dengan sempurna, yang mana ditengah kegalauan dalam mencapai cita-cita ku untuk bisa segera terwujud. Banyak pikiran ini bercabang kemana-mana sehingga diri ini mencoba untuk tetap fokus terhadap hafalan yang sudah aku persiapan beberapa bulan sebelumnya. Meskipun sudah kupersiapkan mati-matian di bulan bulan sebelumnya, baik berdoa, menghafal di pagi hari, menghafal di siang hari begitu juga menghafal ketika di petang hari. Namun apa daya di H minus 6 pun masih juga belum bisa hafal secara sempurna jika dirangkai secara total, tetapi Alhamdulilah masih bisa merasakan hafalan di tiap ayat-ayat surat tersebut. Aku mencoba untuk tetap optimis terhadap target yang kuinginkan, sebab aku ingat petuah dari sang guru yang mana bunyinya “Orang Pintar, Kalah sama Orang Sabar” “Orang pintar kalah sama orang tekun” semoga Alloh Ridho dengan langkah yang aku lakukan ini.
          

              
Harapan aku sangat berharap aku tidak berhenti pada langkah ini, sehingga langkah untuk bisa menghafalkan sampai hatam 30 Juz, meskipun tidak tau sampai kapan aku akan bisa untuk  menghafalkan 30 Juz, Aku akan selalu berdo’a kepada Alloh semoga diberi kemudahan untuk bisa menghafal 30 juz, karena pada dasarnya menghafalkan dengan metode/hafalan yang cepat merupakan bukan sebuah prestasi. Dengan mengahafal yang lama maka akan lama pula waktu kita untuk bisa bernostalgia dengan AL-Quran, sehingga kemanapun dan kapanpun kita selalu untuk bisa membawa, membaca, dan menghafalkan sehingga banyak kesempatan juga untuk bisa mengamalkannya.


           Bisa dikatakan dengan perekonomian yang belum tertata secara sempurna, sehingga jiwa dan raga masih bisa terombang-ambing kemana-mana bagaikan kapal yang terombang-ambing di tengah laut yang kehabisan bahan bakar ditengah laut  yang luas, yang ada hanya bisa berdo’a-berdo’a dan berdo’a. Mungkin semakin pahit apa yang kita rasakan maka semakin manis pula buah yang akan kita petik kelak. Ibarat tanaman yang baru saja ditanam, yang mana sebelumnya dimasukkan kedalam tanah dahulu yang tidak ada cahaya sama sekali yang ada hanyalah, udara yang pengap, sesak, tidak nyaman, tapi alhamdulilah selang berlangsungnya waktu yang berputar sehingga tanaman itupun tumbuh dengan lebat, meskipun ada juga yang tidak tumbuh dan bisa dikatan kalah dalam peperangan, akupun tidak mau terjadi seperti itu padaku. 

          Namun selain itu jika tanaman yang sudah tumbuh itupun tidak serta merta tumbuh begitu saja, ada langkah yang harus di lampaui yaitu waktu pemupukan baik yang terdiri dari kotoran hewan maupun dari zat kkimia sehingga membuat diri kita akan lebih mudah untuk tumbuh dan sesuai kriteria yang telah ditentukan. Selain itu air yang banyak pun diperlukan untuk berlangsungnya kehidupan suatu tumbuhan tersebut. Jika air yang tidak seimbang pun bisa membuat sang tanaman menjadi lemah lunglai dan membuat dirinya menjadi mudah untuk layu dan mengering dan sehingga buah yang di idam-idamkan pun tidak bisa dipanen sesuai waktu dan kriteria yang sudah ditentukan, WAllahua’lam